• header
  • header

Selamat Datang di Website SMP KATOLIK FRATER MAUMERE | Terima Kasih atas Kunjungannya. (Epang gawan) Motto

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP KATOLIK FRATER MAUMERE

NPSN : 50302239

Jl.Kimang Buleng No.03 Telp.0382-22104 Maumere


info@smpkfratermaumere.sch.id

TLP : (0382)22104


          

Banner

Agenda

25 May 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

Statistik


Total Hits : 50568
Pengunjung : 20215
Hari ini : 5
Hits hari ini : 27
Member Online : 6
IP : 3.80.223.123
Proxy : -
Browser : Opera Mini

 

BIODATA PESERTA DIDIK

 

Nama Peserta didik    :  _____________________________________

Kelas/No. Absent         :  _____________________________________

NIS                               : _____________________________________

NISN                            :  _____________________________________

Alamat                        :  _____________________________________

Nama Orang Tua

a. Ayah                        :  _____________________________________

b. Ibu                           :  _____________________________________

Alamat Orang Tua      :  _____________________________________

Telp.                            :  _____________________________________

Nama Wali                  :  _____________________________________

Alamat Wali                :  _____________________________________

Telp.                            :  _____________________________________

 
 

 

 

Pas Foto

3x4

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                        Maumere,...............2015

 Tanda Tangan                                                      Tanda Tangan 

   Orang Tua                                                Peserta Didik

 

 

   (…………………………..)                                        (…………………………..)

 

KATA PENGANTAR

 

“BERBELARASA KUJUNJUNG, PRESTASI KURAIH”. Motto SMP Katolik Frater Maumere ini harus menjadi spirit dalam menghayati kehidupan bersama di sekolah kita ini, tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi seluruh aktifitas kita di SMP Katolik Frater Maumere. BUKU PANDUAN SMP Katolik Frater Maumere boleh dikatakan sebagai buku kehidupan. Mengapa? Karena, dalam buku panduan ini berisi tentang “sabda bijak” yang menuntun kehidupan kita bersama sebagai saudara di SMP Katolik Frater Maumere. Lantaran berisi sabda bijak, maka semua civitas SMP Katolik Frater Maumere harus dengan bijak menyikapinya semua yang tertulis dalam buku panduan ini.

BUKU PANDUAN  ini memuat visi dan misi, kebijakan sekolah, kalender kegiatan sekolah, Kurikulum SMPK Frater Maumere, tugas mengajar guru, Peraturan akademik, serta Tata tertib peserta didik. Untuk itu semua warga sekolah sebaiknya memahami dengan baik isi buku panduan ini terlebih yang berkaitan dengan peraturan akademik dan tata tertib peserta didik.

Peraturan akademik dan tata tertib peserta didik bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai tujuan hidup yang diharapkan yakni hidup lebih disiplin sebagai seorang murid yang sedang BELAJAR. Disiplin adalah Suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteratuan, dan ketertiban. Dan ciri kedua dari disiplin adalah KETELADANAN  sebagai salah satu nilai karakter yang harus ditanamkan dalam diri setiap warga sekolah. Saling memberi teladan menjadi sangat penting dalam kehidupan bersama di komunitas pendidikan  sebagai buah dari hasil BELAJAR. Orang yang telah sungguh-sungguh belajar seharusnya tidaklah terlalu sulit untuk menghayati cara hidup disiplin, sebab orang yang sungguh-sungguh belajar akan sangat mudah beradaptasi dengan perubahan.

Dengan demikian, seorang pembelajar yang sedang belajar sudah selayaknya terjadi perubahan dalam hidup berkat ketekunannya dalam belajar. Bukanlah hal yang sulit untuk mengubah cara hidup, sebab semuanya tergantung bagaimana kita dapat mengolah atau memanage diri ( manajemen diri ). Perlu diingat bahwa kesusksesan seseorang ternyata 20% hanya ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hardskills), sedangkan 80% ditentukan oleh keterampilan dalam mengelola diri dan orang lain (softskills).

Akhir kata semoga buku panduan ini bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, teristimewa peraturan akademik dan tata tertib  yang memuat sejumlah aturan main di SMP Katolik Frater Maumere. Semua ini tentunya untuk meningkatkan kualitas kedisiplinan juga kualitas kehidupan bersama sebagai warga SMP Katolik Frater Maumere, yang akan bermuara pada peningkatan kualitas output sumber daya manusia muda. Sekedar untuk diingat, jika ingin berubah mulailah dari 3 M; mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Jika kalian hari ini jadi murid, maka besok kalian akan jadi pemimpin “student today and a leader tomorrow”. Selamat berproses dan selamat BELAJAR, TUHAN memberkati kita semua. Amin.

Maumere, Juli 2016

Kepala Sekolah,

 

 

 

Fr. M Herman Yoseph, BHK, S.Pd

 

 

LAMBANG DAN ARTI

LOGO YAYASAN MARDI WIYATA

 
 

 

 

 

Lambang dan artinya:

 

 

 

 

Keterangan Gambar:

1.   Kata-kata SAPTA DWIJA ARTAM: Menunjukkan ketujuh nilai kebijakan yang ditanamkan oleh para Guru kepada Peserta didik melalui proses pembelajaran.

2.      Kuncup bunga : Melambangkan potensi anak yang terpendam dan akan mekar serta berkembang di bawah bimbingan ayah dan ibu.

3.      Burung Merpati : Melambangkan “Peace”,”love”, “joy”.

4.      Gambar Salib: Lambang Kristiani

5.      Tujuh Sinar merah: Melambangkan Tujuh Karunia Roh Kudus.

6.      Buku: Melambangkan sumber ilmu pengetahuan

7.      Bentuk bingkai: Sebagai pelindung

8.      Lima sudut melambangkan sila-sila dalam pancasila

9.      Warna hijau: melambangkan pengharapan

10.  Warna Merah: melambangkan keberanian, kekuatan

11.  Warna putih: melambangkan kesucian, kemurnian

12.  Warna Kuning: melambangkan kejayaan, kekuasaan, kebijaksanaan.

Dengan harapan yang besar, kemauan yang kuat, keberanian berdasarkan kasih, kami ingin memberikan pendidikan, pengetahuan, ketrampilan bagi generasi muda, agar dapat menjadi manusia seutuhnya.

 

 

VISI MISI SEKOLAH DAN TUGAS SEKOLAH

 

VISI :

Terwujudnya lulusan yang berkualitas, cerdas, terampil, berkepribadian, unggul dalam IPTEK, dalam semangat hati yang berbelarasa.

Indikator :

1.    Unggul dalam pencapaian nilai ujian sekolah dan ujian nasional.

2.    Terwujudnya lulusan yang cerdas, terampil, dan berbudi pekerti luhur.

3.    Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif.

4.    Terwujudnya proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira, berbobot, dan produktif (PAIKEM GEMBROT)

5.    Terwujudnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang tangguh.

6.    Terwujudnya sarana dan prasarana yang memadai

7.    Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan

8.    Terwujudnya sistem penilaian yang terstandar

9.    Terwujudnya prestasi akademik dan non akademik

10.     Terwujudnya kultur sekolah dalam nuansa berbelarasa.

 

MISI :

1.    Mewujudkan pencapaian nilai Ujian Sekolah dan Ujian Nasional sesuai Standar Nasional Pendidikan.

2.    Mewujudkan lulusan yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur.

3.    Mewujudkan perangkat dan dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan yang lengkap.

4.    Mewujudkan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira, berbobot, dan produktif ( PAIKEM GEMBROT )

5.    Mewujudkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang tangguh.

6.    Mewujudkan sarana dan prasarana yang memadai sesuai standar pelayanan minimal

7.    Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang adil dan transparan

8.    Mewujudkan sistem penilaian sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP)

9.    Mewujudkan prestasi akademik dan non akademik

10.    Mewujudkan kultur sekolah dalam nuansa berbelarasa.

 

 

MOTTO SEKOLAH:

 

“ BERBELARASA KUJUNJUNG, PRESTASI KURAIH!”

 

TUGAS SEKOLAH TAHUN 2015/2016

1.        Menghasilkan pencapaian standar kelulusan rata-rata 7,5

2.        Menghasilkan lulusan yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur

3.        Menghasilkan pemetaan SK, KD, Indikator, pengembangan silabus, RPP untuk kelas VII, VIII dan IX semua mata pelajaran.

4.        Menghasilkan 75% model pembelajaran yang berorientasi pada CTL (contextual teaching learning) dan berbasis penelitian tindakan kelas (PTK)

5.        Menghasilkan pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan yang professional sesuai dengan bidangnya, berkualifikasi minimal S1, dan mengikuti pelatihan serta mampu mengoperasikan computer dan mampu berbahasa Inggris secara komunikatif.

6.        Menghasilkan pengembangan fasilitas sekolah, media pembelajaran, dan bahan pelajaran.

7.        Menghasilkan strategi pembiayaan pendidikan yang adil dan transparan.

8.        Menghasilkan  penilaian Sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP)

9.        Menghasilkan prestasi akademik dan non akademik peringkat satu tingkat propinsi.

10.    Menghasilkan kultur sekolah yang berbelarasa (beriman, belaskasih, langgeng, ramah dan sabar)

 

TUGAS SEKOLAH TAHUN 2015 s.d.  2020 ( 5 tahun )

1.        Menghasilkan pencapaian standar kelulusan rata-rata 8,5

2.        Menghasilkan lulusan yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur

3.        Menghasilkan pemetaan SK, KD, Indikator, pengembangan silabus, RPP untuk kelas VII, VIII dan IX semua mata pelajaran.

4.        Menghasilkan 100% model pembelajaran yang berorientasi pada CTL (contextual teaching learning) dan berbasis penelitian tindakan kelas (PTK)

5.        Menghasilkan pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional sesuai dengan bidangnya, berkualifikasi minimal S2 5%, dan mengikuti pelatihan serta mampu mengoperasikan computer dan mampu berbahasa Inggris fasih.

6.        Menghasilkan pengembangan fasilitas sekolah, media pembelajaran, dan bahan pelajaran.

7.        Menghasilkan strategi pembiayaan pendidikan yang adil dan transparan.

8.        Menghasilkan  penilaian Sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP)

9.        Menghasilkan prestasi akademik dan non akademik peringkat sepuluh tingkat nasional.


 

IKRAR

Empat Janji Dan Lima Sadar Peserta Didik  SMP Katolik Frater Maumere

 

EMPAT JANJI

Kami Peserta Didik SMP Katolik Frater Maumere Berjanji kepada

Sekolah, Guru, Tema-teman, Orang tua serta Masyarakat, untuk:

 

1.       Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan mengawali dan mengakhiri setiap kegiatan dengan Doa.

2.       Mematuhi dan melaksanakan semua Peraturan dan Tata Tertib Sekolah setiap hari.

3.       Selalu bersikap Sopan dan menjaga nama baik Yayasan, Sekolah, Guru, Teman-teman dan Orang tua.

4.       Siap melaksanakan Tugas dan Kewajiban dengan penuh Tanggungjawab

 

LIMA SADAR

 

1.       Sadar menepati waktu di manapun kami berada (Saya berdisiplin).

2.       Sadar Berbusana Sekolah (Saya selalu Rapi).

3.       Sadar melakukan semua Tugas dan Kewajiban (Saya Bertanggung jawab).

4.       Sadar Tertib mengikuti Upacara dana Ibadat (Saya bertoleransi).

5.       Sadar menjaga Kebersihan dan Keindahan diri serta Lingkungan Sekolah (Saya selalu Bersih dan Indah).

 

 

5 S

Senyum, Sapa, Salam, Sopan Santun

Setiap warga sekolah senantiasa dengan senyum menyapa dan memberi salam kepada siapapun yang dijumpai di lingkungan sekolah dengan sopan dan santun.

 
Lampiran Keputusan Kepala SMP Katolik Frater Maumere     

Nomor                  : 613-SMP/IN/SK/VII/2015

Tentang               : Peraturan Akademik SMP Katolik Frater Maumere Tahun

  Pelajaran 2015/2016

 

 

PERATURAN AKADEMIK

SMP KATOLIK FRATER MAUMERE

TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal 1

Penggunaan Istilah

 

1.  Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur persyaratan kehadiran, ketentuan ulangan, penilaian, kenaikan kelas, kelulusan, dan hak-hak peserta didik SMP Katolik Frater Maumere terkait proses pembelajaran.

2.  Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur hak peserta didik SMP Katolik frater Maumere menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar

3. Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur layanan konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas, bimbingan konseling (BK).

4.  Peserta didik SMP Katolik Frater Maumere adalah anggota masyarakat yang sedang mengikuti proses pendidikan di SMP Katolik Frater Maumere

5.   Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar atau lebih.

6.      Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didk setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran.

7.      Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik pada akhir semester gasal untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester gasal.

8.      Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap

 

 

 

BAB II

KEHADIRAN

 

Pasal 2

Ketentuan Kehadiran

 

1.      Setiap peserta didik harus hadir pada seluruh kegiatan pelajaran di kelas atau di luar kelas baik teori maupun praktik

2.      Kehadiran peserta didik merupakan salah satu komponen penilaian yang terakumulasi dalam penilaian setiap kompetensi dasar.

3.      Kehadiran peserta didik menjadi persyaratan untuk mengikuti ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

4.      Peserta didik tidak berhak mengikuti ulangan harian (UH)jika kehadiran peserta didik kurang dari 90% jumlah tatap muka pada suatu kompetensi dasar bersangkutan.

5.      Peserta didik tidak berhak mengikuti ulangan akhir semester (UAS) jika kehadiran peserta didik kurang dari 90% jumlah tatap muka pada suatu kompetensi dasar bersangkutan.

6.      Peserta didik tidak berhak mengikuti ulangan akhir semester (UAS) atau ulangan kenaikan kelas jika kehadiran peserta didik kurang dari 90% jumlah pembelajaran efektif pada semester bersangkutan

7.      Ketidakhadiran peserta didik karena sakit atau melaksanakan tugas untuk kepentingan sekolah / pemerintahan kota / pemerintahan propinsi / pemerintahan pusat/Negara tidak diperhitungkan dalam penentuan butir sebelumnya. Ketidakhadiran tersebut dibuktikan dengan surat dari orang tua dan /atau surat keterangan sakit dari dokter dan /atau surat tugas dari instansi terkait.

 

 

 

BAB III

ULANGAN dan UJIAN

 

Pasal 3

Ulangan Harian

 

1.      Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara perodik oleh guru mata pelajaran untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaiakan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih

2.      Ulangan harian disusun oleh guru mata pelajaran dan merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran

3.      Ulangan harian dapat berupa tes atau unjuk kerja yang disesuaikan dengan kompetensi dan/atau ranah penilaian yang akan diukur

4.      Waktu dan teknis pelaksanaan UH diatur oleh masing-masing guru mata pelajaran dalam koordinasi dengan MGMP dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum yang selanjutnya diberitahukan  kepada peserta didik .

5.      Nilai UH meliputi kehadiran peserta didik, aktifitas pembelajaran kelas, portofolio, unjuk kerja, dan uji kompetensi yang mencakup satu atau beberapa kompetensi dasar

6.      Hasil ulangan harian harus diinformasikan kepada peserta didik selambat-lambatnya dua minggu setelah pelaksanaan ulangan harian atau sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.

7.      Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada satu atau lebih kompetensi dasar tertentu harus mengikuti kegiatan remedial.

8.      Kegiatan remedial dilakukan paling banyak dua kali.

9.      Setelah remedial, peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) maka dinyatakan tidak kompeten

 

 

Pasal 4

Ulangan Tengah Semester

 

1.      Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik oleh guru mata pelajaran jenjang kelas paralel untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara bersama setelah menyelesaikan proses pembelajaran untuk beberapa Kompetensi Dasar (KD).

2.      Ulangan tengah semester dilaksanakan secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran setelah 8-9 minggu kegiatan pempelajaran, menurut rentang waktu yang diatur pada kelender akademik

3.      Ulangan tengah semester disusun oleh guru-guru mata pelajaran jenjang kelas paralel dan merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran

4.      Cakupan materi ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada periode tersebut.

5.      Ulangan tengah semester berupa tes tertulis yang disesuaikan dengan kompetensi dasar (KD) dan/atau ranah penilaian yang akan diukur

6.      Hasil ulangan tengah semester diinformasikan kepada orang tua dalam bentuk laporan hasil belajar tengah semester

7.      Peserta didik yang belum mencapai KKM wajib mengikuti remedial

8.      Kegiatan remedial harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan ulangan akhir semester dan dilakukan hanya satu kali.

9.      Setelah melalui remedial, peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)maka dinyatakan tidak kompeten

10.  Peserta didik yang tidak dapat mengikuti UTS sesuai penjadwalan tanpa dilengkapi dengan keterangan (alpha) tidak berhak mengikuti UTS susulan, tetapi peserta didik yang tidak dapat mengikuti UTS sesuai penjadwalan karena sakit atau izin (pasal 2 ayat 7) berhak mengikuti UTS susulan

 

 

Pasal 5

Ulangan Akhir Semester

 

1.      Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan secara komprehensif oleh musyawarah guru mata pelajaran lintas jenjang kelas untuk melakukan penilaian akhir kompetensi peserta didik secara bersama setelah menyelesaikan proses pembelajaran untuk semua Kompetensi Dasar (KD) pada semester gasal.

2.      Ulangan akhir semester dilaksanakan secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran setelah 16 – 18 minggu kegiatan pembelajaran, menurut rentang waktu yang diatur pada kalender akademik.

3.      Ulangan akhir semester disusun oleh musyawarah guru mata pelajaran lintas jenjang kelas dan merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran.

4.      Cakupan materi ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada periode tersebut.

5.      Ulangan akhir semester berupa tes tertulis yang disesuaikan dengan kompetensi dasar (KD) dan/ atau ranah penilaian yang akan diukur.

6.      Remedial ulangan akhir semester dilaksanakan setelah ujian akhir semester dan dilakukan hanya 1 kali.

7.      Peserta didik yang tidak dapat mengikuti UAS sesuai penjadwalan tanpa dilengkapi dengan keterangan (alpha) tidak berhak mengikuti UAS susulan, tetapi peserta didik yang tidak dapat mengikuti UAS sesuai penjadwalan karena sakit atau izin (pasal 2 ayat 7) berhak mengikuti UAS susulan.

8.      Peserta didik yang belum mencapai KKM nilai rapor semester 1 wajib mengikuti kegiatan remedial pada rentang waktu semester 2. Pelaksanaan remedial diatur oleh guru mata pelajaran.

9.      Peserta didik wajib mengikuti remedial pada kompetensi dasar yang belum mencapai KKM untuk kompetensi dasar pada semester 1.

10.  Kegiatan remedial dilakukan satu kali sebelum pelaksanaan ulangan tengah semester 2.

11.  Setelah melalui remedial, peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) maka dinyatakan tidak kompeten.

 

 

 

 

 

Pasal 6

Ulangan Kenaikan Kelas

 

1.    Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan secara komprehensif oleh musyawarah guru mata pelajaran lintas jenjang kelas untuk melakukan penilaian akhir kompetensi peserta didik secara bersama setelah menyelesaikan proses pembelajaran untuk semua kompetensi dasar (KD) pada semester genap.

2.    Ulangan kenaikan kelas dilaksanakan secara bersama-sama untuk seluruh mata pelajaran setelah 16 – 18 minggu kegiatan pembelajaran menurut rentang waktu yang diatur pada kalender akademik.

3.    Ulangan kenaikan kelas disusun oleh musyawarah guru mata pelajaran lintas jenjang kelas dan merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pembelajaran

4.    Cakupan materi ulangan kenaikan kelas meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh kompetensi dasar (KD) pada periode tersebut.

5.    Ulangan kenaikan kelas berupa tes tertulis yang disesuaikan dengan kompetensi dasar (KD) dan/ atau ranah penilaian yang akan diukur).

6.    Remedial ulangan Kenaikan kelas dilaksanakan setelah ujian kenaikan kelas dan dilakukan hanya 1 kali.

7.    Peserta didik yang tidak dapat mengikuti UKK sesuai penjadwalan tanpa dilengkapi dengan keterangan (alpha) tidak berhak mengikuti UKK susulan, tetapi peserta didik yang tidak dapat mengikuti UKK sesuai penjadwalan karena sakit atau izin (pasal 2 ayat 7) berhak mengikuti UKK susulan.

8.    Peserta didik yang belum mencapai KKM dinyatakan tidak kompeten.

 

 

Pasal 7

Ujian Sekolah

 

Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan yang pelaksanaannya diatur dalam POS Ujian Sekolah tahun pelajaran 2015/2016.

 

 

Pasal 8

Ujian Nasional

 

Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang pelaksanaannya diatur dalam POS Ujian Nasional tahun pelajaran 2015/2016.

 

BAB IV

PENILAIAN

 

Pasal 9

Ketentuan Umum Penilaian

 

 

1.      Penilaian  hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip sahih, yaitu penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.

2.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.

3.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat-istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

4.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.

5.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.

6.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.

7.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

8.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.

9.      Penilaian hasil belajar peserta didik didasarkan pada prinsip akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.

 

 

Pasal 10

Penilaian Pengetahuan dan Pemahaman

(Kognitif)

 

Pasal 10A

Ulangan harian

 

1.      Hasil penilaian kognitif terhadap satu/beberapa kempetensi dasar pada mata pelajaran, terkait dengan ulangan harian, selanjutnya disebut UH.

2.      Penilaian tersebut dinyatakan secara kuantitaatif dalam rentang skor 0 – 100.

 

Pasal 10B

Ulangan Tengah Semester

 

1.    Hasil penilaian kognitif terhadap kompetensi dasar terkait dengan ulangan tengah semester pada suatu mata pelajaran dalam rentang waktu tersebut, selanjutnya disebut UTS.

2.    Penilaian tersebut dinyatakan secara kuantitatif dalam rentang skor 0 – 100.

 

 

 

Pasal 10C

Ulangan Akhir Semester

 

1.    Hasil penilaian kognitif terhadap kompetensi dasar terkait dengan ulangan akhir semester pada suatu mata pelajaran dalam rentang waktu tersebut, selanjutnya disebut UAS.

2.    Penilaian tersebut dinyatakan secara kuantitatif dalam rentang skor 0 – 100.

 

 

 

 

 

Pasal 10D

Ulangan Kenaikan Kelas

 

3.    Hasil penilaian kognitif terhadap kompetensi dasar terkait dengan ulangan kenaikan kelas pada suatu mata pelajaran dalam rentang waktu tersebut, selanjutnya disebut UKK.

4.    Penilaian tersebut dinyatakan secara kuantitatif dalam rentang skor 0 – 100.

 

 

Pasal 11

Penilaian Praktik

(Psikomotor)

 

1.    Penilaian praktik hanya dilakukan pada mata pelajaran tertentu.

2.    Penilaian praktik hanya dilakukan pada indikator yang bersifat praktik.

3.    Pelaksanaan penilaian praktik disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar yang disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

4.    Penilaian ranah psikomotor dinyatakan sebagai nilai kuantitatif dalam rentang skor 0 – 100.

5.    Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

Pasal 12

Penilaian Sikap

(Afektif)

 

1.      Penilaian sikap dilakukan pada semua mata pelajaran.

2.      Penilaian sikap dilakukan pada indikator yang bersifat sikap.

3.      Pelaksanaan penilaian sikap disesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar yang disusun dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

4.      Penilaian sikap dinyatakan dengan nilai kualitatif : A (amat baik), B (baik), C (cukup), D (kurang).

5.      Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

 

Pasal 13

Penilaian Kepribadian

 

1.      Penilaian kepribadian dilakukan oleh wali kelas dengan memperhatikan berbagai data kuantitatif dan/ atau kualitatif yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung.

2.      Pelaksanaan penilaian kepribadian direncanakan dan dilaksanakan oleh wali kelas dengan memperhatikan saran bimbingan konseling.

3.      Instrumen dan prosedur penilaian disusun dan dikembangkan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

 

 

BAB V

LAPORAN HASIL BELAJAR

 

 

Pasal 14

Laporan Hasil Belajar Tengah Semester

 

1.    Laporan hasil belajar tengah semester adalah paparan penilaian yang dilakukan pendidik pada setiap mata pelajaran pada rentang waktu tersebut, berupa satu/beberapa NUH dan satu NUTS

2.    Laporan hasil belajar tengah semester diterimakan kepada orang tua peserta didik, sebagai salah satu bagian pelaporan perkembangan akademik peserta didik berkaitan dengan penilaian suatu kompetensi dasar.

 

 

Pasal 15

Laporan Akhir Semester Gasal

 

 

1.    Laporan hasil belajar akhir semester gasal adalah penilaian yang dilakukan pendidik terkait kompetensi peserta didik terhadap suatu mata pelajaran pada rentang waktu tersebut.

2.    Laporan hasil belajar akhir semester gasal pada ranah penilaian kognitif dan psikomotor adalah nilai tunggal kuantitatif yang disebut NR dan selanjutnya akan menunjuk kesimpulan berupa kompetensi peserta didik pada ranah penilaian suatu mata pelajaran.

3.    Laporan hasil belajar akhir semester gasal pada ranah penilaian afektif, aspek pengembangan diri, dan aspek kepribadian adalah nilai tunggal kualitatif, sebagai kesimpulan akhir penilaian aspek yang diamati pada rentang waktu tersebut.

4.    Laporan hasil belajar akhir semester gasal diterimakan kepada orang tua peserta didik pada akhir semester gasal.

 


 

Pasal 15A

Nilai Rapor

1.      NR adalah nilai yang tertulis pada laporan hasil belajar akhir semester (rapor) pada ranah penilaian kognitif dan psikokomotor yang diperoleh berdasarkan perhitungan dari nilai ulangan harian, nilai ulangan tengah semester, dan nilai ulangan akhir semester.

2.      NR adalah nilai yang diperoleh dari rerata hitung terhadap semua penilaian ranah kognitif dan Psikomotor pada periode waktu tersebut, dengan pembobotan satu untuk setiap nilai ulangan harian, pembobotan satu untuk nilai tengah semester, dan pembobotan satu untuk nilai ulangan akhir semester.

 

NR= NH + UTS + UAS

  3

Keterangan

NR   : Nilai Rapor

NH   : Nilai Harian (Ulangan Harian + Tugas )

UTS  : Ujian Tengah Semester

UAS : Ujian AKhir Semester

 

Pasal 16

Laporan Hasil Belajar Akhir Semester Genap

 

1.    Laporan hasil belajar akhir semester genap adalah penilaian yang dilakukan pendidik terkait kompetensi peserta didik terhadap suatu mata pelajaran pada rentang waktu tersebut

2.    Laporan hasil belajar akhir semester genap pada ranah penilaian kognitif dan psikomotor adalah nilai tunggal kuantitatif yang disebut NR dan selanjutnya akan menunjukan kesimpulan berupa kompetensi peserta didik pada ranah penilaian suatu mata pelajaran.

3.    Laporan hasil belajar akhir semester genap pada ranah penilaian afektif, aspek pengembangan diri dan aspek kepribadian adalah nilai tunggal kualitatif, sebagai kesimpulan akhir penilaian aspek yang diamati pada rentang waktu tersebut.

4.    Laporan hasil belajar akhir semester genap diterimakan kepada orang tua peserta didik pada akhir semester genap.

 

Pasal 16A

NIlai Rapor

 

1.      NR adalah nilai yang tertulis pada laporan hasil belajar akhir semester (rapor) pada ranah penilaian kognitif dan psikokomotor yang diperoleh berdasarkan perhitungan dari nilai ulangan harian, nilai ulangan tengah semester, dan nilai ulangan akhir semester.

2.      NR adalah nilai yang diperoleh dari rerata hitung terhadap semua penilaian ranah kognitif dan Psikomotor pada periode waktu tersebut, dengan pembobotan satu untuk setiap nilai ulangan harian, pembobotan satu untuk nilai tengah semester, dan pembobotan satu untuk nilai ujian kenaikan kelas.

 

NR= NH + UTS + UKK

  3

 

Keterangan          

NR : Nilai Rapor

NH : Nilai Harian (Ulangan Harian + Tugas )

UTS: Ujian Tengah Semester

UKK: Ujian Kenaikan Kelas

 

 

BAB VI

KETENTUAN KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

 

Pasal 17

Ketentuan Kenaikan Kelas dari kelas VII ke kelas VIII

1.      Kenaikan kelas dari kelas VII ke kelas VIII dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran

2.      Peserta didik dinyatakan naik kelas dari kelas VII ke kelas VIII dengan kriteria sebagai berikut:

a.      Persentase kehadiran minimal 90% dari hari efektif pembelajaran(tidak masuk sekolah karena pasal 2 ayat 7 tidak diperhitungkan)

b.      Nilai kepribadian minimal BAIK

c.       Nilai setiap mata pelajaran pada ranah sikap/afektif minimal BAIK

d.      Telah menuntaskan semua mata pelajaran semester gasal sesuai dengan KKM

e.      Nilai kurang (dibawah KKM) pada semester 2 maksimal 3(tiga) mata pelajaran

 

Pasal 18

Ketentuan Kenaikan Kelas dari kelas VIII ke kelas IX

1.      Kenaikan kelas dari kelas VIII ke kelas IX dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran.

2.      Peserta didik dinyatakan naik ke kelas IX dengan kriteria sebagai berikut:

a.      Persentase kehadiran minimal 90% dari hari efektif pembelajaran(tidak masuk sekolah karena pasal 2 ayat 7 tidak diperhitungkan)

b.      Nilai kepribadian minimal BAIK

c.       Nilai setiap mata pelajaran pada ranah sikap/afektif minimal BAIK

d.      Telah menuntaskan semua mata pelajaran semester gasal sesuai dengan KKM

e.      Nilai kurang(dibawah KKM) pada semester 2 maksimal 3(tiga) mata pelajaran.

Pasal 19

Ketentuan Kelulusan

 

 

1.      Kriteria kelulusan di SMP Katolik Frater Maumere mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik Dari Satuan Pendidikan Dan Penyelenggaraan Ujian Nasional Dan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan.

2.      Peserta didik dinyatakan lulus apabila memenuhi kriteria berikut :

a.         menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.        memperoleh   nilai  sikap/perilaku minimal  baik; dan

c.         lulus Ujian Sekolah.

3.      Kriteria menyelesaikan seluruh program pembelajaran sebagaimana dimaksud pada  poin 2 huruf a apabila telah menyelesaikan program pembelajaran seluruh mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum KTSP 2006, dengan memiliki nilai rapor untuk semua mata pelajaran dari semester 1 (satu) kelas VII hingga semester 2 (dua) kelas IX.

4.      Kriteria memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik sebagaimana dimaksud dalam poin 2  huruf  b adalah Nilai Sikap Semester 2 (dua) Kelas IX) minimal baik untuk ranah sikap, akhlak mulia, dan kepribadian.

5.      Kriteria lulus Ujian Sekolah sebagaimana dimaksud dalam poin 2 huruf c adalah :

a.        Kelulusan peserta didik dari Ujian Sekolah untuk semua mata pelajaran   ditentukan berdasarkan  perolehan Nilai  Sekolah (NS);

b.        Nilai Sekolah (NS) sebagaimana dimaksud dalam huruf a diperoleh dari gabungan antara nilai Ujian Sekolah dan nilai Rata - rata rapor semester I,II,III,IV dan V dengan pembobotan 50% (lima puluh persen) untuk nilai Ujian Sekolah  dan 50% (lima puluh persen) untuk  nilai Rata - rata rapor;

c.         Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah apabila memiliki rata-rata Nilai Sekolah (NS) sebagaimana di maksud dalam huruf b dari seluruh mata pelajaran mencapai nilai paling rendah 75,0 dan Nilai Sekolah (NS) setiap mata pelajaran paling rendah 75,0

 

BAB VII

HAK SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS

Pasal 20

Laboratorium IPA

1.      Peserta didik berhak melakukan praktikum dilaboratorium IPA sesuai penjadwalan.

2.      Peserta didik melakukan praktikum di laboratorium tersebut dengan pengawasan guru mata pelajaran dan Petugas Laboran.

3.      Peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku saat melakukan praktikum.

 

Pasal 21

Laboratorium Komputer

1.      Setiap peserta didik berhak melakukan praktik komputer di laboratorium komputer pada saat jam pelajaran TIK.

2.      Peserta didik melakukan praktik di laboratorium di bawah pengawasan guru mata pelajaran.

3.      Dalam melakukan praktikum peserta didik harus mengikuti tata tertib yang berlaku.

Pasal 22

Perpustakaan

1.      Setiap peserta didik secara otomatis menjadi anggota perpustakaan SMP Katolik Frater Maumere.

2.      Setiap peserta dididk berhak meminjam buku perpustakaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3.      Setiap peserta didik berhak memanfaatkan buku perpustakaan sebagai sumber belajar.

 

 

BAB VIII

HAK SISWA MENDAPAT LAYANAN KONSELING

Pasal  23

Konsultasi dengan Guru Mata Pelajaran

1.      Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran.

2.      Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama antara peserta didik dan guru.

3.      Layanan konsultasi tersebut terkait dengan mata pelajaran dalam hal kesulitan memahami materi pembelajaran dan/ atau kesulitan melaksanakan tugas.

                                                                              

 

Kepala SMP katolik Frater Maumere,

 

 

 

 

Fr. M. Herman Yoseph, BHK, S.Pd

 


 

TATA TERTIB PESERTA DIDIK

SMP KATOLIK FRATER MAUMERE

TAHUN PELAJARAN 2015/2016

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

a.    Tata tertib peserta didik adalah ketentuan-ketentuan yang mengatur tata kehidupan peserta didik selama menempuh pendidikan di SMP Katolik Frater Maumere.

b.    Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar SMP Katolik Frater Maumere.

c.     Pelanggaran tata tertib adalah setiap ucapan, perbuatan dan atau sikap peserta didik yang bertentangan dengan tata tertib sekolah.

d.    Sanksi adalah tindakan yang dikenakan terhadap peserta didik yang melakukan pelanggaran tata tertib.

e.    Reward adalah penghargaan yang diberikan pihak sekolah kepada peserta didik yang memiliki prestasi akademis maupun non akademis sesuai ketentuan sekolah.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

a.     Maksud dari  tata tertib adalah memberikan pedoman dalam pembinaan kedisiplinan dan kepribadian peserta  didik.

b.    Tujuan tata tertib adalah mengatur dan memperlancar  usaha pembinaan peserta didik dalam bersikap dan berperilaku, baik di dalam maupun di luar sekolah.

 

 

 

 

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN

Hak

Setiap peserta didik mempunyai hak-hak sebagai berikut:

1.    Menggunakan kebebasan akademik secara bertanggung jawab untuk menuntun dan mengkaji ilmu sesuai aturan yang berlaku dalam lingkungan sekolah.

2.    Memperoleh pengajaran dan pelayanan sebaik-baiknya dalam bidang akademik maupun non akademik.

3.    Mendapat perlindungan selama berada di SMPK Frater Maumere.

4.    Memanfaatkan fasilitas sekolah dalam rangka memperlancar proses belajar dengan penuh tanggung jawab.

5.    Memperoleh pelayanan bimbingan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar.

 

 

Kewajiban

 

Setiap peserta didik berkewajiban:

1.    Menaati peraturan sekolah

2.    Hormat dan patuh kepada kepala sekolah, pendidik , tenaga kependidikan, dan semua warga sekolah.

3.    Melunasi uang sekolah tepat pada waktunya.

4.    Bertanggung jawab atas keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan, dan keindahan sekolah.

5.    Memelihara dan menjaga keutuhan barang-barang inventaris kelas/sekolah.

6.    Mengembalikan barang-barang pinjaman dalam keadaan utuh tepat pada waktunya.

7.    Berperan aktif dalam seluruh kegiatan sekolah.

 

 

BAB IV

KEHADIRAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH

 

1.    Waktu kehadiran peserta didik di sekolah diatur sebagai berikut :

a.       Peserta didik hadir di sekolah pukul 06.40

b.      Doa pagi bersama pukul 06.40 – 07.00

c.       Jam tatap muka wali kelas 07.00 – 07.10

d.      Jam pelajaran dimulai pukul 07.15

e.       Waktu pulang sekolah pukul 13.00 (hari Senin sampai hari Jumat) dan pukul 11.00 (hari Sabtu)

2.    Peserta didik hadir di sekolah sebelum bel masuk kelas ( 15 menit sebelum doa pagi dimulai )

3.    Kegiatan belajar mengajar diawali dan diakhiri dengan doa.

4.    Peserta didik yang terlambat wajib lapor kepada guru piket.

5.    Peserta didik tidak berada di luar kelas selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran.

6.    Peserta didik tidak berada di dalam kelas pada waktu istirahat.

7.    Pada waktu pulang peserta didik diwajibkan langsung pulang ke rumah.

8.    Ketentuan Izin (I) :

a.       Peserta didik yang tidak masuk sekolah dengan alasan khusus (urusan keluarga),  orang tua harus  menyampaikan permohonan izin kepada  kepala sekolah.

b.      Urusan keluarga yang bisa diizinkan oleh sekolah adalah kedukaan dan pemeriksaan kesehatan

c.       Peserta didik  yang mendapat dispensasi dari organisasi /instansi  luar untuk mengikuti kegiatan harus ada surat izin dari organisasi/instansi yang bersangkutan sebelum dijinkan oleh kepala sekolah.

d.      Peserta didik yang izin saat KBM berlangsung harus mendapat izin kepala sekolah.

 

 

9.    Ketentuan Sakit (S)

a.       Perserta didik yang tidak masuk sekolah karena sakit harus ada pemberitahuan dari orangtua/wali.

b.      Peserta didik yang sakit lebih dari 3 hari, harus melampirkan Surat Keterangan Dokter.

c.       Peserta didik yang tidak masuk karena sakit dan terbukti tidak sakit, maka dianggap alpa.

10.               Ketentuan tidak masuk tanpa keterangan/ alpa (A)

a.       Peserta didik yang tidak masuk tanpa keterangan dianggap alpa.

b.      Peserta didik yang saat jam pelajaran tertentu tidak berada di kelas maka peserta didik tersebut dianggap bolos.

BAB V

KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN DAN KETERTIBAN

 

1.    Setiap kelas memilih petugas piket kelas yang secara bergiliran bertugas

2.    Setiap piket kelas yang bertugas hendaknya membersihkan ruangan kelas dan sekitarnya serta menyiapkan perlengkapan kelas.

3.    Setiap peserta didik membiasakan menjaga kebersihan meja, kursi, papan, dinding, wc dan fasilitas lainnya.

4.    Setiap peserta didik membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

5.    Setiap peserta didik membiasakan merawat keindahan taman.

6.    Setiap peserta didik menjaga susasan ketenangan belajar, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.

7.    Setiap peserta didik menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan.

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PAKAIAN DAN KEBERSIHAN PESERTA DIDIK

 

1.         Pakaian Seragam

   Peserta didik wajib memakai seragam sekolah lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.

A.   Umum

1.     Sopan dan rapi

2.     Memakai badge OSIS dan identitas sekolah (seperti papan nama, lambang yayasan dan lokasi sekolah.)

3.    Peserta didik  bertopi saat upacara bendera.

4.    Memakai sepatu biasa dan jangan menggunakan sepatu boot

5.     Tidak memakai perhiasan yang mencolok

 

6.     Ketentuan seragam.

·         Senin – Selasa : Seragam nasional putih biru, berdasi, sepatu hitam polos, kaos kaki putih tulisan SMPK Frater dan lengkap dengan atributnya

·         Rabu – Kamis : Seragam yayasan, sepatu putih polos, kaos kaki putih tulisan SMPK Frater, dan lengkap dengan atributnya

·         Jumat dan sabtu: Seragam sekolah, sepatu putih, kaos kaki putih tulisan SMP Katolik Frater Maumere

·         Kostum olahraga digunakan saat jam pelajaran olahraga.

 

B.    Khusus

1.       Laki –laki

·         Panjang celana 3 cm diatas lutut

·         Celana dan lengan baju tidak digulung

·         Celana dan baju tidak sobek dan tidak ada coretan.

 

2.       Wanita

·         Panjang rok 3 cm dibawah lutut

·         Lengan baju tidak digulung.

·         Rok dan baju tidak sobek dan tidak ada coretan.

 

2.         Rambut, Tato dan Make Up

A.      Umum

Peserta didik dilarang:

·         Berkuku panjang

·         Mengecat rambut dan kuku

·         Bertato

 

B.      Khusus

 

1.       Peserta didik laki-laki

·         Rambut belakang jangan melewati kerah baju.

·         Panjang rambut maksimal  3 cm

·         Gaya rambut jangan berlebihan.

·         Tidak memakai anting/tindik, gelang dan kalung.

2.       Peserta didik wanita

·         Rambut tidak boleh diwarnai

·         Tidak boleh memakai perhiasan berlebihan (anting dan kalung emas )

·         Tidak boleh memakai kosmetik berlebihan.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

SOPAN SANTUN PERGAULAN

 

1.    Membiasakan budaya 5 S ( Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)

2.    Bersalaman dengan bapak/ibu guru dan pegawai saat masuk pagi dan pulang sekolah.

3.    Mengucapkan salam antar sesama teman.

4.    Saling menghargai dan menghormati antar sesama teman.

5.    Menghargai dan menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru dan pegawai.

6.    Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab serta tidak menggunakan kata-kata kotor/kasar, cacian, ejekan, pornografi.

 

BAB VIII

LARANGAN – LARANGAN

Peserta didik dilarang melakukan hal – hal berikut :

1.       Membawa HP (hand phone) jenis apapun ke sekolah.

2.       Merokok, mengkosumsi  minuman beralkhohol dan narkoba.

3.       Berkelahi baik perorangan maupun kelompok didalam sekolah dan luar sekolah.

4.       Membuang sampah tidak pada tempatnya.

5.       Mencoret fasilitas sekolah seperti meja, kursi, tembok, wc, aula dan fasilitas lainnya.

6.       Membawa barang yang tidak ada hubungan dengan kepentingan sekolah, seperti senjata tajam, alat-alat lain yang membahayajan keselematan.

7.       Membawa kendaraan roda dua (sepeda motor ) dan mobil kesekolah

8.       Membawa, membaca dan mengedar bacaan komik, kosmetik, sketsa, dan video porno.

 

 

BAB VIII

PENYITAAN

1.    Barang sitaan seperti alat kosmetika, buku komik, dan barang lainya.

a.       Sekali pelanggaran : disita dan diambil oleh orang tua pada hari berikutnya.

b.      Dua kali pelanggaran : Disita dan diambil oleh orangtua setelah satu bulan

c.       Tiga kali pelanggaran : Disita dan akan dimusnahkan.

2.    Barang sitaan seperti handphone, tablet, dan alat elektronik sejenis lainya.

a.       Barang tersebut  akan disita minimal 1 semester  dan pengambilan melalui orang tua saat peneriman laporan pendidikan.

b.      Kerusakan barang sitaan setelah disita menjadi tanggung jawab peserta didik yang bersangkutan.

3.    Penyimpanan barang sitaan akan ditempatkan di tempat yang telah ditentukan sekolah.

BAB IX

PEMBINAAN DAN SANKSI

 

A.   Pembinaan Terhadap Pelanggaran Tata Tertib

 

1.    Setiap pelanggaran tertentu akan diberikan pembinaan.

2.    Pembinaan diberikan secara berkesinambungan dengan melibatkan Bapak/ibu guru wali kelas, guru BP/BK, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, dan Kepala Sekolah.

3.    Untuk pembinaan di rumah kami sangat mengharapkan kerja sama dari orang tua/wali peserta didik.

 

 

 

B.    Sanksi

Peserta didik yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tata tertib di sekolah akan dikenakan sanksi sebagai berikut :

 

1.       Teguran

2.       Membuat surat pernyataan

3.       Pemanggilan orang tua

4.       Pemberian surat peringatan

5.       Skorsing

6.       Dikembalikan kepada orang tua/dkeluarkan dari sekolah

 

JENIS PELANGGARAN DAN SANKSI

KATEGORI A

NO

JENIS PELANGGARAN

KODE

1.

Memaki/menghina kepala sekolah, guru atau karyawan sekolah

A1

2.

Merubah/memalsukan nilai raport/ tanda tangan pejabat sekolah

A2

3.

Terlibat dengan pihak yang berwajib karena melakukan tindak pidana

A3

4.

Melakukan tindakan asusila ( pelecehan seksual dan pemerkosaan)

A4

5.

Ketahuan hamil

A5

6.

Mengkosumsi  Narkoba.

A6

 

SANKSI:   Jika terjadi pelanggaran pada kategori A peserta didik yang bersangkutan akan dikembalikan kepada orang tua ( dikeluarkan dari sekolah)

 

 

 

KATEGORI B

NO

JENIS PELANGGARAN

KODE

1.

Terlibat tawuran antar sekolah

B1

2.

Pergaulan peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai etika, kesusilaan, dan agama

B2

3.

Berkelahi yang menyebabkan cedera berat dan cacat fisik

B3

4.

Membawa dan atau merokok di sekolah

B4

5.

Membawa, melihat dan menyebarkan hal-hal yang bersifat pornografi

B5

6.

Membawa dan atau mengkosumsi minuman beralkohol

 

 

SANKSI:   Jika terjadi pelanggaran pada kategori B peserta didik yang bersangkutan akan diskorsing dari sekolah.

 

 

KATEGORI C

NO

JENIS PELANGGARAN

KODE

1.

Membawa senjata tajam atau barang berbahaya lainnya

C1

2.

Memalsukan tanda tangan

C2

3.

Mencuri

C3

4.

Pacaran di lingkungan sekolah

C4

5.

Berkelahi yang menyebabkan cedera ringan

C5

6.

Mengotori fasilitas sekolah (corat-coret meja, kursi, dinding,atau pada sarana sekolah lainnya)

C6

7.

Melompat pagar sekolah

C7

8.

Meninggalkan kelas pada jam efektif tanpa keterangan (bolos )

C8

9.

Membawa HP ke sekolah

C9

10.

Merusak/menghilangkan harta benda milik sekolah/guru/teman

C10

 

 

SANKSI:  Jika terjadi pelanggaran pada kategori C

1.       Membuat pelanggaran 1 kali membuat surat prenyataan diketahui orang tua, wali kelas, BK dan Kepeserta didikan.

2.       Membuat pelanggaran 2 kali mendapat Surat Peringatan Pertama (SP1)

3.       Membuat pelanggaran 3 kali mendapat surat peringatan  kedua (SP2)

4.       Membuat pelanggaran lebih dari 3 kali mendapat Surat Peringatan Ketiga (SP3) dan mendapat Surat Skorsing dari sekolah.

Catatan tambahan:

Selain mendapat sanksi dari sekolah khusus untuk pelanggaran :

a.       Mencuri : peserta didik yang bersangkutan mengembalikan / mengganti barang yang dicuri

b.      Membawa senjata tajam : barang tersebut akan disita dan tidak di kembalikan

c.       Membawa HP :  barang tersebut akan disita dan akan dikembalikan melalui orang tua.

d.      Corat-coret sarana sekolah : peserta didik yang bersangkutan membersihkan sarana yang dicoret.

e.      Merusak / menghilangkan harta benda milik sekolah / guru/ teman: peserta didik yang bersangkutan menggantikan barang yang rusak atau hilang.

 

KATEGORI D

NO

JENIS PELANGGARAN

KODE

1.

Terlambat masuk sekolah

D1

2.

Membawa sepeda motor ke sekolah

D2

3.

Tidak mengikuti bimbingan belajar sore hari

D3

4.

Ketahuan/kedapatan mencontek waktu ulangan

D4

5.

Makan / minum di dalam kelas saat berlangsung pelajaran

D5

6.

Mengecat kuku

D6

7.

Memakai perhiasan berlebihan

D7

8.

Memakai kosmetik berlebihan

D8

9.

Berpakaian tidak sesuai aturan

D9

10.

Menghina teman atau orang tua

D10

11.

Berbicara tidak sopan

D11

12

Memakai gelang, anting/tindik untuk peserta didik pria

D12

13

Berambut panjang, tidak rapi, dan model rambut berlebihan untuk pria

D13

14

Menyemir atau mewarnai rambut

D14

15

Ke kantin saat pelajaran sedang berlangsung

D15

16

Seragam sobek ada tempelan gambar stiker / digambar / dicoret

D16

17

Memakai tato

D17

18

Atribut seragam tidak lengkap

D18

19

Keluar kelas pada saat pergantian jam pelajaran

D19

20

Tidak mengikuti upacara bendera

D20

21

Tidak hadir tanpa keterangan /alpa

D21

22

Memakai sepatu tidak sesuai aturan atau memakai  sandal

D22

23

Tidak mengerjakan tugas piket

D23

24

Berdoa dengan tidak sopan

D24

25

Membohongi bapak/ibu  guru, pegawai  atau teman

D25

 

SANKSI : Jika terjadi pelanggaran pada kategori D

1.       Melakukan pelanggaran 1-3 kali mendapat sanksi dari guru yang bersankutan, wali kelas atau kepeserta didikan

2.       Melakukan pelanggaran lebih dari 3 kali peserta didik yang bersangkutan akan di panggil orang tua dan membuat surat pernyataan.

3.       Setelah membuat surat pernyataan peserta didik yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran maka akan mendapat Surat Peringatan.

 

 

 

Catatan tambahan:

Selain mendapat  sanksi dari sekolah untuk pelanggaran :

a.       Memakai sepatu tidak sesuai aturan atau memakai sandal : Sepatu/sandalnya akan disita dan di simpan oleh guru piket atau pembina OSIS dan sepatu bisa diambil pada saat pulang sekolah dengan syarat hari berikutnya sudah memakai sepatu sesuai ketentuan.

b.      Berambut panjang, tidak rapi, dan model rambut berlebihan untuk pria : rambutnya akan di gunting saat itu juga.

c.       Memakai gelang, anting/tindik untuk peserta didik pria : gelang atau anting disita saat itu juga dan tidak di kembalikan.

 

BAB X

KETENTUAN LAIN

 

1.       Tata tertib sekolah mengikat siswa sejak berangkat dari rumah sampai tiba di sekolah.

2.       Hal – hal yang tidak tercantum dalam tata tertib ini akan diputuskan lebih lanjut melalui keputusan dewan guru.               

3.       Tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan.

 

Kepala SMP katolik Frater Maumere,

 

 

 

 

Fr. M. Herman Yoseph, BHK, S.Pd
 

CATATAN TENTANG ABSENSI PESERTA DIDIK SETIAP HARI

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

KETERANGAN

TANDA TANGAN

Kasek/guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN TENTANG ABSENSI PESERTA DIDIK SETIAP HARI

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/ wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

KETERANGAN

TANDA TANGAN

Kasek/guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN MENGENAI TERLAMBAT DATANG/MASUK

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/ wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

ISI

TANDA TANGAN

Kasek/guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN MENGENAI TERLAMBAT DATANG/MASUK

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/ wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

ISI

TANDA TANGAN

Kasek/guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN MENGENAI PERMINTAAN IZIN

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

JAM PELAJARAN

KETERANGAN

TANDA TANGAN

Kasek / guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN MENGENAI PERMINTAAN IZIN

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

JAM PELAJARAN

KETERANGAN

TANDA TANGAN

Kasek / guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN LAIN - LAIN

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

I S I

TANDA TANGAN

Kepala Sekolah/Wakil

Wali Kelas

guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN LAIN - LAIN

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

I S I

TANDA TANGAN

Kepala Sekolah/Wakil

Wali Kelas

guru

Orang tua/wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CATATAN LAIN - LAIN

(Diisi oleh kepala sekolah/Wakasek/guru piket/guru wali kelas/BK)

 

NO

TANGGAL

I S I

TANDA TANGAN

Kepala Sekolah/Wakil

Wali Kelas

guru

Orang tua/wali